Implementasi Pedoman Mengenali Pengguna Jasa (PMPJ) Dalam kerangka Anti Money Laundering & Pendanaan Terorisme

Implementasi Pedoman Mengenali Pengguna Jasa (PMPJ)

Dalam kerangka Anti Money Laundering & Pendanaan Terorisme

  1. LATAR BELAKANG:

Seiring perkembangan rezim anti pencucian uang di Indonesia dengan PPATK sebagai focal point pencegahan dan pemberantasan TPPU, PPATK telah mengeluarkan peraturan baru yang bertujuan untuk menyempurnakan aturan perundang-undangan yang a.l melalui Peraturan Kepala PPATK Nomor: PER-2/1.02/PPATK/02/15 Tentang Kategori Pengguna Jasa yang berpotensi melakukan tindak pidana pencucian uang sebagai panduan bagi Pihak Pelapor dalam melakukan proses identifikasi nasabah. Seperti yang diketahui bahwa pelaku tindak pidana pencucian hampir selalu menggunakan fasilitas, jasa, dan produk dari pihak pelapor untuk mencuci uang hasil kejahatannya termasuk salah satunya yang paling banyak digunakan adalah industri keuangan yang bergerak dalam bidang Manajer Investasi.

Manajer Investasi sebagai salah satu industri keuangan yang bergerak dalam bidang pengelolaan berbagai instrument investasi seperti reksa dana dan obliogasi memiliki kerentanan yang sangat besar untuk digunakan sebagai alat/kendaraan bagi pelaku pencucian uang, ehingga dinilai perlu bagi stakeholders dari level pelaksana hingga level pengambil keputusan untuk memiliki pengetahuan dan pemahaman yang baik terhadap Tindak Pidana Pencucian Uang khususnya di bidang Manajer Investasi.

  1. TUJUAN PELATIHAN:

Dengan pelatihan komprehensif In House Training selama 1 hari dengan tema “Implementasi PMPJ dalam kerangka Anti Money Laundering dan Pendanaan Terorisme” diharapkan secara umum peserta dapat memahami mengenai tindak pidana pencucian uang dan tindak pidana terorisme beserta peraturan perundang-undangan yang menjadi payung hukumnya dan dapat mendukung pelaksanaan kegiatan tugas operasional sehari-hari diharapkan peserta dapat melakukukan:

  1. Proses penerimaan, identifikasi dan pelaporan nasabah dengan baik;
  2. Proses Identifikasi nasabah berisiko tinggi;
  3. Mendukung pelaksanaan anti pencucian uang di lingkungan internal bank.

 

SASARAN PELATIHAN:

Peserta entry level sebagai pengenalan awal pelaksanaan rezim anti pencucian uang;

Peserta Middle level untuk peningkatan pengetahuan dan refresh pengetahuan;

Peserta Upper level untuk penyempurnaan dalam penyusunan aturan internal bank terhadap implementasi anti pencucian uang

09.00 – 09.15 Pre Test Pengetahuan AML & Pendanaan Terorisme
09.15 – 10.30 Perkembangan Rezim Anti Money Laundering di Indonesia:

–     Pengertian Pencucian Uang & Tahapannya

–     Pengertian Tindak Pidana Asal & Pendanaan Terorisme

–     Pendekatan Follow The Money

–     Peranan PPATK dan Penyedia Jasa Keuangan

 

11.30 – 10.45 Coffe Break
 

 

 

 

10.45 – 12.00

 

 

 

Penerapan Program APU-PPT dan Kewajiban Pelaporan :

–       Pengenalan program APU-PPT pada Manajer Investasi

–       Pelaksanaan proses penerimaan, Identifikasi/Verifikasi dan Pelaporan Nasabah

–       Pelaksanaan kewajiban pelaporan kepada PPATK (LTKM, LTKT, LT dan LPUTLB)

–       Latihan proses identifikasi s.d proses pelaporan nasabah ke PPATK

12.00 – 13.00 Lunch
13.00 – 15.00 Identifikasi TKM dan Kategori High Risk Customer berdasarkan Per. Kepala PPATK No 02/2015 :

–       Karakterisitik TKM dan TKT

–       Proses identifikasi, analisis dan pelaporan TKM dan TKT

–       Pemahaman High Risk Customer, Business, Product, dan Country

–       Identifikasi Risiko & dan tindak lanjutnya

–       Rekomendasi FATF & Metode Penilaian Risiko secara umum

15.00 – 15.30 Coffee break & solat ashar
15.30 – 17.00 Tipologi TPPU & Sharing Kasus TPPU :

–       Modus-Modus Pencucian Uang secara Umum

–       Tipologi Kasus TPPU

–       Studi Kasus analisis transaksi Keuangan mencurigakan & Case Building (15 peserta dibagi menjadi 2 kelompok Round Table)

–       Presentasi Kasus oleh Kelompok

 

yyyyy